LAPORAN INVESTIGASI FID TIDAK BISA TENGGELAM (Majalah Jemaat 12-17 Februari 2001)

by Nuwiya Amal

Kekhawatiran masyarakat mengenai, “nasib’ pengungkapan kasus peledakan bom di gereja pada malam Natal 2000 lalu tanpaknya bisa beralasan. Halini terbukti seperti kasus penyelidikan peledakan bom di BEJ (Bursa Efek Jakarta), yang sampai kini belum juga bisa terkuak.

Walaupun dalam pemboman di BEJ pihak aparat keamanan sudah mengindentifikasi beberapa orang tersangka. Namun yang menjadi pertanyaan publik, mengapa sampai sekarang aparat kepolisian belum juga bisa menangkap pelaku dan otaknya. Seperti yang kita ketahui bersama, dalam peristiwa ini telah menewaskan belasan jiwa orang tidak bersalah.

Ditambah titik perhatian masyarakat sedang tertuju dan memalingkan perhatian pada kasus Buloggate dan Brunaigate yang membawa nama Presiden RI. Abdurrahman Wahid. Apakah persoalan ini disekenario untuk tujuan memalingkan perhatian dari persoalan pengusutan bom dimalam Natal 2000 lalu ?

Namun hal tersebut ditepis oleh — koordinator Investigasi FID (Forum Indonesia Damai) Asmara Nababan, menurutnya pansus Buloggate dan  Brunaigate sudah direncanakan sebelum terjadinya peledakan bom dimalam Natal, “ Saya pikir jauh sekali anggapan itu, karenajadwal Pansus sudah tersusun sebelum peristiwa ini terjadi. Saya tidak percaya kalau kasus Bulog, Brunai yang diproses di DPR RI adalah bagian dari usaha untuk mengalihkan perhatian,” katanya.

Berikut kutipan wawancara wartawan “JI” Daniel Siahaan dengan Asmara Nababan baru-baru ini kantor Komnas HAM, Jakarta.

Ada kalangan menyebutkan dimunculkan masalah pansus Buloggate dan Brunaigate berkaitan dengan akan di peti eskan masalah pemboman malam natal komentar anda ?

Saya pikir jauh sekali anggapan itu, karena jadwal Pansus sudah tersusun sebelum peristiwa initer jadi. Saya tidak percaya kasus Bulog, Brunai yang diproses di DPR-RI adalah bagian dari usaha untuk mengalihkan perhatian dari pemeriksaan masalah bom di malam Natal.

Langkah -langkah apa yang sekarang dilakukan oleh FID ?

Tim investigasi telah menemukan fakta dilapangan dan telah melakukananalisis awal, bahwa ledakan bom tersebutbertujuan untuk mempertentangkan umat beragama. Jaditujuan pemboman tidak didorong oleh motif balas dendam dan sebagainya. Jadi dugaan bahwa ada kelompok agama lain yang terlibat melakukan sudah bisa ditepis. Kalau melihat dari sisi korban kan jelas, yang menjadi korban bukan hanya dari kristen saja, yang tidak kristen juga – kan kena.

 Bila diperhatikan pola-pola konflik, pada umumnya yang menjadi target paling utama adlaah orang dan bukan simbol-simbolnya. Sedangkan konflik komunal yang menjadi sasaran justru lebih dari pada orangnya. Jadi tujuan peledakan bom pada malam Natal 2000 lalu dapat kategorikan sebagai teror. Alasannya di amana bom yang diledakan tidak langsung mengarah kepada jiwa orang, tapi bom tersebut ditempatkan dipekarangan dan bukan langsung di dalam ruangan.

Berikutnya bila kita melihat dari data-data yang ada di lapangan, kelompok pelaku ditiap tempat mempunyai ciri- ciri sosial dan ciri- ciri fisik yang berbeda. Dalam keadaan normal tidak mungkin bersatu, dengan demikian kesimpulan yang kita dapat, ada orang atau sekelomok orang yang mempunyai kemampuan, mengakses, mengendalikan kelompok yangberbeda-beda. Dan menggerakkan mereka pada suautu waktu diberbagai tempat pada atau sasaran yang sama.

Dengankata lain telah terorganisir ?

 Ya… betul. Sekarang kita akan memproses dan lebih mengindenti fikasi siapa pelaku dan siapa otaknya. Untuk itu kita memerlukan bahan bahan seperti, analisis bahan peledak, kemudian jalur distribusinya, dan sebagainya. Misalnya seperti kasus pengakuan Elisa, kalau saja Tommy dapat tertangkap, yangperlu kita pertanyakan kepada Tommy dari mana ia mendapatkan bom.

FID dalam temuannya ada mengarah kesana ?

Sudah tentu ada yang mengarah kesana.

Kongkretnya seperti apa?

Kemunculan orang yang mirip seperti Elisa, sebelum pemboman di Koinonia. Menurut saksi dilapangan, ada seorang perempuan yang mengingatkan akan ada bom. Jadi ada indikasi kesana, tapi kalau apakah orangnya sama, itu belum kita identifikasikan, tapi ada kemiripan tipe tipologinya dengan Elisa.

Jadi masih kesimpulan sementara ?

Ia, tapi andaikan polisi bisa membuktikan keterangan Elisa benar dan Tommybisa ditangkap hal itu bisa menjadi lain. Tapi keterangan ini perlu ditelusurilebih mendalam untuk menjawab siapa sebenarnya otak dan aktor semua peristiwa pemboman ini dan dari manaia (Tommy, Red) mendapatkan bom tersebut.

TNT ini kan susah didapatkan dipasaran adakah kemungkinan TNI terlibat?

Ini yang masih kita analisis, sebab kita tidak mau masalah ini putus seperti kasus BEJ, dalam kasus BEJ seri bomnyatelah diketahui oleh pihak kepolisian, bahwaitu buatan PINDAD(Pusat Industri Angkatan Darat), saat dichek ke Pinda Bandung pihak pindad dapat menunjukanberita acara bahwa bom tersebut telah dikirim ke gudang mesiu yang ada di Madiun. Kemudian pihak kepolisian mengirim surat ke Mabes TNI Angkatan Darat dan mempertanyakan dari mana asal TNT tersebut. Beberapa waktu lalu telah dijawab bahwa TNT itu semuatelah habis dibagikan ke Kodam-Kodam. Itukan tidak menjawabpersoalan, kalau benar-benar habis kenapa ada di BEJ.

Ada rumor mengatakan bahwa pelakunya berasal dari Islam garis keras ?

Kita tidak menemukan pelakunya berasal dari yang anda sebutkan tadi.

FID sendiri apakah sudah meneliti ada keterlibatan beberapa Jenderal ?

Kita sedang meneliti dan menganalisa kelompok yang melakukan hal itu, jadi tidak bisa langsung menunjuk kenama, karena ini bisa saja membuat fitnah.

Rencana hasil rekomendasi sementara FID kapan diumumkan?

Rencananya sih secepatanya, tergantung bagaimana kerja tim menyelesaikannya.

Kesimpulannya?

Nanti akhir Februari

-Daniel Siahaan

You may also like

Leave a Comment