“Om” In My Humble Memories

by anonim

Beliau Bang As, seperti yang dikenal banyak orang dalam ranah HAM dan kemanusiaan. Saya mengenalnya sebagai Om, ayah sahabatku. Dalam kesehariannya, beliau sangat ramah dan down-to-earth. Bila saya pagi-pagi sudah bersua dengannya di rumahnya, Om pasti tengah membaca koran sambil sesekali menyeruput kopinya dan memandang ikan di kolam. Saya ingat senyumannya yang lebar dan kehangatan yang memancar dari wajahnya. Bila dia bertanya sesuatu yang saya tidak siap, dia akan terkekeh dengan santai. Memori lain yang membekas adalah bahwa Om As merupakan family man yang mengasihi keluarganya. Tidak sering dalam kehidupanku melihat pasangan suami-isteri yang terus memelihara kasih mereka dalam keseharian. Bagaimana Om As bercanda dengan Tante dan berdansa bersama. Kediaman beliau merupakan “home” yang hangat. Saya mengingat dia sebagai orang yang penuh kehangatan, tegas dalam tindakan keadilan kemanusiaan dan perhatian dengan sesama manusia. Dia tidak hanya menginspirasi, tapi juga merupakan orang yang bertindak sesuai kepercayaannya. Om merupakan sosok yang penuh dengan kehidupan dan karya dalam hidup pribadi maupun profesionalnya. Jiwa ini yang akan terus hidup dalam ingatan orang-orang yang di sekitarnya serta semangat dalam kemajuan karya keadilan HAM. May the Lord always bless your soul and may you continue to rest in peace. 

Penulis: Anonim 

You may also like

Leave a Comment