Tentang Asmara Nababan

by hambali

Saya mengenal pak Asmara Nababan ketika masih bekerja di NGOs di Jakarta. Kami sering bertemu dalam acara acara kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia. Tetapi sebenarnya saya lebih dekat dengan istri beliau yaitu Ibu  Magdalena Sitorus dan juga keluarganya yang lain. Dengan Bu Magda saya bekerja dalam isu perlindungan dan perjuangan perempuan. Sementara dengan Pak Asmara Nababan saya banyak dipertemukan dalam isu kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia. 

Pak Asmara yang saya kenal adalah sosok yang mempunyai integritas tinggi dalam membela kepentingan rakyat yang tertindas dan pejuang Hak Asasi Manusia yang gigih. Saya tidak melihat pandangan beliau terkotak-kotak dalam arus kepentingan ideologi dan segregasi apapun yang membuat banyak orang sering terseret dalam arus kepentingan politik yang segregatif. Perjuangannya sangat jelas adalah “kemanusiaan”. 

Tidak banyak orang seperti Asmara Nababan, yang berasal dari keluarga Kristiani dari suku Batak yang modern dan terpandang, tetapi beliau memilih jalan hidup yang sederhana dan bersahaja. Saya selalu mengingat kemana-mana Pak Asmara Nababan pergi, ia selalu membawa tas “cangklong” sederhananya, tetapi didalamnya berisi sejuta pikiran untuk perubahan dunia yang lebih adil, manusiawi dan beradab. RIP Pak Asmara, kami selalu mengingat perjuanganmu. Doa kami selalu menyertaimu.

Penulis: Hening Tyas Sutji, Aktifis Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia